Skinpress Demo Rss

Ahaha.. what in the world i live in, huh?

Filed Under (, ) by Pitiful Kuro on Tuesday, October 28, 2008

Posted at : 6:25 PM

Mahasiswa, kalo dipandang dengan mata masyarakat Indonesia yang masih sangat mencengkram norma, dan nilai (eneg) dalam kehidupan sehari-harinya, pastilah dipandang sebagai sosok manusia yang mengedepankan cara pikir cerdas, dan punya pembawaan intelek. Bahkan, kata beberapa orang, saat-saat seorang manusia menjadi mahasiswa, itulah puncak dalam kehidupan pikirannya. Katakanlah, Matang. Jadi, seperti apa sih seharusnya seonggok daging bernyawa yang dinamakan mahasiswa ini bersikap? Pastinya, selalu berkepala dingin dalam segala urusan, cool dalam menghadapi setiap masalah, kritis membangun dalam setiap keadaan, tidak terpengaruh pada satu pandangan, dan.. selalu berpikir. Itulah mahasiswa dalam pandangan masyarakat Indonesia, ada yang kurang? Tambahin ndiri deh..

Dan apa yang terjadi kalo makhluk yang bertitel mahasiswa ini keluar dari jalannya yang lurus? I mean, tidak seperti yang norma dan nilai katakan? Apakah mereka-mereka yang melanggar ini bukan mahasiswa? Well, it’s retorical, gue ngga akan menjawab pertanyaan kosong yang hanya gue tulis sebagai pemenuh paragaf ini aja, anda-anda yang membacanya inilah yang harus menjawabnya, khu..khu.. sekarang bayangkan, imagine, there’s no heaven.. ups.. sorry, abis denger imagine-nya John Lennon.. Maksud gue, bayangkan, seorang mahasiswa, dengan segala titel inteleknya itu masih berbicara dengan kata-kata yang.. ‘eew’, understand what I mean? No? in easy word, zoo language. Kaga ngerti juga? Whatever. Mahasiswa, kalo ngga salah, dalam pedagogika (ilmu pendidikan anak-anak *lols*), disebutkan bahwa usia mahasiswa yang mempunyai range 18-22 tahun itu bisa dikatakan sebagai dewasa muda. Dan walaupun masih ada kata ‘muda’nya, tapi paling ngga udah bisa disebut dewasa kan? Dan apakah mahasiswa yang bisa dengan mudah mengucapkan sumpah serapah, dirty word, bisa dikatakan dewasa (muda)? Atau bahkan, apa mereka bisa disebut mahasiswa yang menjunjung tinggi intelektualitas?

Demi Setan yang rajin puasa *credit to Raine*. Entah udah berapa orang yang nanya tentang ‘gimana sih orang udah bisa disebut dewasa?’ Or ‘gw udah bisa dibilang dewasa blom?’, don’t get me wrong, jangan salah, banyak yang nanya bukan berarti gue banyak temen yeh *grin*. Dan biasanya gue akan menjawab dengan jawaban-jawaban klise nan basi yang udah kelewat sering didenger orang. Umur yang cukup, pengalaman hidup yang banyak, pola pikir yang tenang, dan tentunya bise membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sesimpel itu gue menjawab. Tapi.. apakah memang sesimpel itu? kalau yang dinamakan kedewasaan itu bisa dipatok dalam suatu ukuran, bukannya aneh? “Dewasa”, jelas ngga bisa diukur dengan statistik dan angka-angka, patokannya buram, ngga jelas sama sekali, lalu? Kenapa orang-orang bertanya? Dan andaikan bertanya, tanyakan pada diri sendiri, jangan ke orang lain, orang yang menyadari dirinya telah benar-benar dewasa itulah yang bisa disebut dengan dewasa. I mean, bukan sekedar mikir sebentar, lalu menentukan kalo dirinya telah dewasa, tapi.. semacam.. err.. kesadaran pikiran, termanualkannya cara berpikir dirinya sendiri, kesadaran akan ada dunia luas diluar sana selain dirinya. Ngga ngerti? Pasti, karena hal yang disebut dewasa ini.. seperti yang udah gue bilang, Me-ta-fi-si-ka.

Dan bagaimana dengan gue sendiri? Sejujurnya gue belum bisa mengatakan diri gue udah melewati patokan buram tersebut. Entah, but, I have a mind that achieve by visiting the dark, and the light (jangan protes soal grammar blarakan gw). Gue udah pernah merasakan bagaimana hidup berdekatan dengan neraka, yang mana manusia lain hanyalah sebuah objek pelampiasan hidup, mereka bisa gue pukul, injek, dan ludahin sesuka hati gue, yang mana kalo pulang tanpa memar di muka itu adalah sebuah anugrah, dan tanpa darah menetes itu adalah berkah. Gue udah pernah hidup berdekatan dengan—katakanlah kebaikan (abisnya kalo pake analogi surga kayanya aneh aja)—merasakan bagaimana khusyuknya shalat, tenangnya baca Al-Quran, merasa dekat dengan yang maha kuasa, dan menikmati hidup dengan orang-orang seagama yang selalu menjunjung tinggi persaudaraan. Dan dengan bekal hidup susah sekaligus tenang ini, pikiran gue yang sekarang terbentuk.

How lucky I am? Gue sangat beruntung memiliki pengalaman hidup yang seperti itu, bisa dibilang, hampir ngga ada hal yang bisa ngebikin gue sakit hati. Maksud gue, bener-bener sakit. Lecehan soal fisik? Ejekan-ejekan ngga bermutu? Tuduhan ngga berdasar? Say it. Hinaan verbal sama sekali ngga mempan buat gue. Ayolah, umur gue 18! Sedikit bersyukur gue memiliki kepribadian sinis self-sentris, sinis kepada diri sendiri, ada orang yang nyalahin gue, gue akan berpikir kalo emang gue salah, emang di gue salahnya itu. dan kalo salah, yaaa gue ngga akan malu-malu untuk minta maaf. Pernah baca di suatu Blog tentang hilangnya makna ‘maaf’ itu sendiri, katanya.. sekarang manusia meminta maaf sebagai formalitas.. dan itu bener-bener gue lakuin, gue salah, ya gue minta maaf, malu? Gengsi? Kata Sawamura di Harlem Beat, “dikasih kecap asin-pun gengsi itu ngga bisa dimakan”. Waktu lebaran kemarin pun, gue sama sekali ngga berucap ‘minal aidin’ ke orang lain sebelum orang itu ngucapin langsung ke gue. Buat apa minta maaf? Formalitas? Sebanyak apapun maaf, bisa gue ucapin andaikan gue salah, tapi apakah itu berpengaruh kedalam diri gue? Gue jawab ngga.. :D

Dengan pola pikir macem ini, yah.. jujur aja, gue emang ngga bisa diterima dimana-mana, SD, SMP, SMA, masa-masa yang gue habiskan untuk membentuk diri gue yang sekarang itu adalah masa-masa yang sama sekali ngga menyenangkan buat diinget, beberapa hal mungkin menyenangkan.. ah.. jadi inget, seseorang pernah bilang ke gue, “sebenernya masa bahagia manusia itu lebih banyak porsinya daripada masa sedihnya”, sebenernya, gue jelas-jelas menampik soal itu, dear.. :D. Gue lupa kapan terakhir kali gue ketawa sepenuh hati gue karena manusia lain, melepas endorphin keseluruh tubuh dan memperkaya oksigen dalam darah. Gue lupa. Dan.. seperti yang pernah gue tulis, gue akan berusaha berubah di dunia perkuliahan ini. Dunia baru, gue bilang. Dunia yang belum tau seberapa busuknya hal yang tersembunyi dibalik kulit keras yang menutupinya ini. gue berharap bisa melepas label anti-sosial gue disini, tapi.. ah, sebuah tamparan keras membangunkan gue dari mimpi kelewat muluk. Sebuah kejadian menyadarkan gue kalo emang gue ngga bisa diterima—seenggaknya—di Realworld. I was made for being Anti-socialism. Get real bung, jangan berlagak sok kenal orang lain di dunia nyata, dan mungkin emang gue harus membiasakan diri dengan keadaan ini, *buang semua mimpi muluk ke tempat sampah terdekat*. Well.. looks like I must tried to love this loneliness to slip out of this lonesome hole.. Welcome to The Jungle Networld..

EDIT TO ADD

Well.. sejam setengah setelah gue ngepost ini, sejam setengah setelah gue ngobrol dengan dua orang yang untungnya ada pada saat yang bersamaan, dan sejam setengah setelah gue mengingat seseorang yang tinggal di Malang sana :D, gue mau mengucapkan terima kasih banyak, gue ngga ngomong banyak sama lo berdua, bahkan ngalor ngidul, dan dengan tambahan titel 'gue bukan siapa-siapa' lo bedua, stranger, eh? tapi dengan ngobrol itu udah bisa nenangin kepala gue yang kelewat panas, :D, makasih yak. Dan buat Ussi, bahkan walaupun gue ngga kontak sama lo, kayanya dengan inget segala gaya posting lo dulu, gue bisa senyam-senyum sendiri, makasih us. Makasi buat lo betiga :D, NetWorld is the best lah pokoknya..

Slip Out

Filed Under ( ) by Pitiful Kuro on Monday, October 27, 2008

Posted at : 3:48 PM

I don't know since when I changed to such a cold-hearted guy
I have to warm this frozen, icy, lonely heart to thaw
I like being wrapped with warmness more than anything else for sure
I'm gonna make my coming days to be filled with laughter and joy

I let myself down that I'm more cruel than I thought I would be
I'm just a loser who ends up by caring for my soul
I don't give my heart to no one cause I don't wanna waste my time
I tried to love this loneliness to slip out of this lonesome hole

Sorrow is what I hate but it's grown my sensations
Regrets taught me how to make any hard decisions
Peace is always by my side but I've never felt it once
Love is not the word only for the sweet romance

Well, I'm scared, scared, scared, scared to death
And I'm scared to keep on going on my way
Well, I'm scared, scared, scared, scared to death
And I'll tell myself I'm special till the end

Recalling my torn, broken, aching heart of these long days
And all the memories I wanted to forget for making leaps
Recalling, breaking, aching, crying, making sure to me
And I take all and grin at my future on the way


Well..

Saya Jadi Kelinci Lagi..

Filed Under ( ) by Pitiful Kuro on Monday, October 20, 2008

Posted at : 8:41 AM

Ealaaah.. Pusing gue. Gue yang pastinya berstatus sebagai orang yang numpang di keluarga orang laen ini harus tau diri dong? Gue ngga boleh macem-macem disini, ngga boleh betingkah yang aneh-aneh, dan yang lebih penting diatas itu semua adalah mengetahui, "mana yang boleh, dan mana yang ngga" dana "mana yang punya gue, dan mana yang bukan". Untuk yang pertama, gue ngga ada masalah dengan itu, gue adalah orang yang bisa dengan mudah adaptasi di lingkungan baru, sedikit tips, banyak-banyakin ngangguk.. khu khu.. artiin sendiri yak.

Yang agak bermasalah itu yang poin nomer dua, gue kan numpang, sedangkan numpang itu sendiri berarti melintah ditempat orang, gue ngga punya apa-apa disini selaen yang gue bawa. Dan gue ngga mungkin ngebawa tivi, panci, kompor, bahan makanan/masakan dari Jakarta ke rumah ini pan? Itulah masalah yang lagi bikin gue harus sedikit muter otak inih. Jelasnya, karena gue numpang berarti gue harus tau diri, dan yang namanya tau diri itu harus tau batesan-batesan yang macem apa yang membatasi pandangan sang tuan rumah kepada gue.. err.. gampangnya, soal makanan deh, gue mesti kira-kira kalo ngambil makan, yaa sekali lagi karena gue numpang disini. Dan gue, yang merupakan jenis manusia yang mempunyai rasa ‘ga enak hati’ tingkat akut, maka porsi sekali makan gue itu.. sangat dikit. Sesedikit apa? Cuma setengah centong buat ngambil nasi, kira-kira 3 sendok makan lah. Itu saking gue ngga enak hatinya.

Dan apa mau dikata, karena lagi ada masalah sama napsu makan, tadi gue makan cuma lauk doang, dan jadilah gue dimarahin sama nyonya rumah, haha. Ini menimbulkan kesadaran gue untuk men-swadaya-kan urusan perut gue di Bandung, di rumah tumpangan ini. Nyari makan sendiri, berarti keluar uang tambahan, sedangkan uang kiriman itu jumlahnya bener-bener mepet kalo diitung berdasarkan pengeluaran gue sekarang, jadinya mustahil binti mustahal andaikan gue tiap hari ngebeli makan diluar. Itung aja andaikan gue makan sehari 10 ribu, sebulan bisa 300ribuan, yang berarti setengah dari jatah bulanan gue (note: fluktuatif, ga tentu sih sebenernya). Bisa-bisa gue ngesot ke kampus gara-gara ga ada ongkos.

So? Ditengah-tengah kebingungan akan solusi soal makanan ini, gue mendapatkan ilham saat ngebaca komik. Sederhana sebenernya, gue cuma kaga kepikiran aja. Di komik itu, tokoh utamanya hampir selalu makan sayuran, iyah, si Sentaro, si kelinci yang luar biasa imut itu pan makannya sayuran, wakakaka.. jadilah gue inget sama gaya hidup gue dulu, Vegetarian. Kaget? Haha, orang yang kenal gue ngga ada yang tau gue pernah jadi veggie selama beberapa bulan, dari 3 SMP sampe 1 SMA awal. Alesan awalnya itu sangat ngga jelas, tau-tau gue udah mutusin gitu aja, dan jadilah gue veggie selama kira-kira 6 bulan. Dan gue berenti karena gue ngga sanggup mendanai gaya hidup gue itu. Yaa.. karena orang rumah gue sangat doyan yang daging-daging, maka sama sekali ga ada tempat buat gue yang makannya cuma sayur, gue beli sendiri sayurnya dan gue olah sendiri. Dan namanya juga anak esempe/esema awal, jajannya berapa sih? Yaudin, gue kaga kuat nguarin duit tiap hari buat makan sendiri, hilanglah gaya hidup tersebut.

Dan sekarang, gue kepikiran untuk mulai itu gaya hidup itu lagi, ya karena keadaan yang emang maksa gue untuk nyari makan sendiri dan masalah finansial yang mepet ama tembok, menurut gue ya gaya hidup ini yang paling cocok. Sayangnya disini ngga ada pasar, so gue mesti beli dari semacem toko swalayan deket rumah, belum cek harganya, mudah-mudahan sih ga jauh beda sama pasar deh. Dan soal pengolahan? Gue belajar sesuatu dari pengalaman sebelumnya, jangan ngabisin duit cuma buat beli mayonaise, mwakakaka.. iye, gue doyan banget sama salad + mayo yang banyak, dulu gue tekornya disana, fufu.. jadi, gue mungkin bakal ngolah itu makanan dengan cara yang simpel aja, palingan gue rebus pake aer garem, jadi dah..

Well.. mudah-mudahan mulai besok udah bisa gue mulai deh :), no meat, chicken, egg, etc.. uoooohh.. Demi kelangsungan iduuup!!!

Insomnia

Filed Under ( ) by Pitiful Kuro on Thursday, October 16, 2008

Posted at : 9:51 AM

Sekali lagi, untuk kesekian kalinya gw berada di depan kompi pada saat seharusnya gw membaringkan kepala gw di bantal, dengerin lagu-lagu dengan beat yang slow dan menunggu mata gw terpejam, menunggu pikiran gw ingin beristirahat, tapi gw malah disini, di depan komputer dengan mata yang luar biasa belo’.. gw ga bisa tidur. Insomnia? Wonder, dari dulu gw bingung sebenernya insomnia itu apa, apa syarat dan batasan hingga seseorang bisa disebut mengidap insomnia, apakah dengan sengaja begadang itu insomnia? Dan jujur aja, banyak orang yang gw temuin di keseharian gue yang mengatakan kalo dia insomnia. Misal, suatu saat gue login Y!M jam 1-2an dan menemukan seseorang masih OL, gue sapa dan gue tanya, “masi OL? Ga tidur?”, dan dijawab dengan, “ga bisa, gw insomnia”.. tapi lima menit IMan, dia udah kaga bales lagi, tewas.

Seolah, entah ya, gue cuma merasa orang-orang yang gue temui itu akan merasa lebih keliatan ‘oke’ andaikan dia memberikan alasan ‘insomnia’ setiap kali dia masih terjaga sampe jam-jam tertentu. Kan keren tuh, insomnia yang notabene adalah suatu gejala psikologis (bisa biologis juga), dan gejala psikologis selalu punya tempat tersendiri dalam pandangan-pandangan orang, sebagian menganggapnya, katakanlah, “keren”. So? Sekedar pembukaan mata batin kita, gw mau sedikit menjabarkan apa sih insomnia itu?

Sikit-sikit Pengertian Insomnia
insomnia is a symptom of a sleeping disorder characterized by persistent dificulty falling asleep or staying asleep.

Hmm.. semacam penyimpangan tidur yang ditunjukkan dengan gejala-gejala susah ketiduran atau susah bertahan untuk tidur (kebangun bolak balik). Oh, maafkan penerjemahan saya yang ecekeble ini, yang penting ngerti pan. Trus? Apakah kalo gue susah tidur karena ada orang yang gamparin gue tiap kali gue mau merem adalah insomnia? Padahal gue ngantuk luar biasa. Dan andaikan gw emang bener-bener ngga bisa tidur sehari penuh, total, tapi besoknya gw tidur ngorok kaya sapi kekenyangan, apa itu insomnia? Oke, sedikit penjabaran, insomnia sendiri kebagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan seberapa parahnya.

Bout Jenis Insomnia Berdasarkan Parahnya
Yang pertama, insomnia ringan, jangka waktunya antara hitungan hari sampai ke mingguan. Insomnia ini belum tentu disebabkan karena sleeping disorder, bisa karena jetlag, keadaan lingkungan yang emang ngga kondusig dsb lah, intinya faktor yang dateng dari luar.

Yang kedua, insomnia akut, udah mulai menunjukkan ketidakmampuan untuk tidur dengan baik dalam jangka waktu antara tiga minggu sampai setengah tahun, penyebabnya masih diantara peralihan emang penyakit mental or.. sekedar masalah kecil yang dibesar-besarkan.

Yang ketiga, insomnia kronik, seperti yang bisa ditebak, inilah yang paling parah, udah dipastikan adalah penyimpangan psikologis (atau sekali lagi, biologis), entah halusinasi awal dari schizophrenia, penyakit mental macam PTSD (post traumatic stress disorder), OCD (obsessive compulsice disorder) dan kawan-kawannya. Dan pastinya, kematian bisa terjadi di tahap ini, jangka waktunya, a year in a row mamen..

Well, gw rasa, andaikan emang ada orang-orang Indonesia yang emang mengidap insomnia, gue yakin mereka ngga akan sampe ke tahap kedua, yah.. dan andaikan lagi, emang ada yang sampe ke tahap ketiga, gue yakin masih bisa diitung jari, indonesia gituh..mikirin apa sih? Mental tempe yang kalo dapet masalah dikit aja langsung bunuh diri? ngga bakal sampe ke insomnia pastinya. *ehem.. kok gue ngerasa yah?*. Dan, karena refrensi hanya menyebutkan range insomnia ringan itu 'hitungan hari sampai mingguan', apakah dengan ngga tidur sehari itu bisa disebut insomnia? Entah yah, gw ngga berpendapat gitu, insomnia bagi gue adalah suatu gejala yang berkelanjutan (bagi gue yee). So, yang ngga tidur seharian tapi besoknya molor kaya sapi itu bukan berarti insomnia pan? lagipula, Insomnia tidak sama dengan begadang, lebih mengacu kepada kesulitan otak untuk beristirahat, sulitnya diri kita mencapai keadaan alam bawah sadar tertentu.

Sekedar penggolongan berdasarkan gejala
Sebelum gue menjabarkan bagian yang gue tunggu-tunggu juga, sebab-sebab insomnia, gue bakal menjabarkan terlebih dulu tentang jenis-jenis insomnia berdasarkan gejala-gejala fisiologisnya. Terbagi ke tiga kelompok, yang pertama, kelompok insomnian yang sulit tidur di awal. Yang kedua, insomnian yang terbangun di tengah malam dan merasa sulit untuk tidur lagi, dan yang ketiga, orang yang terbangun di tengah malam dan ga bisa tidur karena terganggu oleh rasa sakit, biasa ini dialami orang-orang yang sedang dalam masa terapi, or penyembuhan. Well? Merasa masuk salah satu diatas? oke, tunggu sampe baca sub bagian berikutnya.

Ohoho.. Penyebab Insom-may-nia
Mabok, itu yang gue rasain pas ngebaca refrensi, ternyata lumayan banyak juga penyebab disorder yang satu ini selain gejala mental, oke, ga pake basa basi, langsung aja.

A. Karena stimultan kimiawi
-Kokain :p
-Kafein! MBUAKAKAKA...
-Ephiderin
-Amphetamin
-dan kawan-kawannya yang bahkan saking njlimet tulisannya gw males ngetiknya..

B. Hormon
Biasanya dialamin sama orang yang lagi menstruasi or menopause. Tapi ini juga bisa dikategoriin kedalam penyebab insomnia karena gangguan rasa sakit deh, soalnya ada seseorang yang gue kenal yang sembilenguin-nya (or apalah, gue ga tau pastinya apa) parah dan ngga bisa bahkan untuk bangun dari tempat tidur, eew.. sakit ye mbak? untuk gue cowok.. :p

C. Masalah idup
Yah, standar lah, takut akan sesuatu, setres (belum sampe ketahap penyimpangan mental), gugup, love life (weh..), masalah kerjaan, keuangaan. dan lain-lain

D. Mental Disorder
Ga perlu gue jelasin panjang lebar kayanya yah? Schizophren, PTSD, GAD, OCD, dan lain-lain..

E. Tuntutan kerjaan :p
Yaaah.. macem shift kerja tengah malem, or Jetlag juga bisa memicu munculnya insomnia ringan

F. Fatal Familial Insomnia
Man.. this is the worst, ini keadaan insomnia yang udah bawaan sejak lahir, dia punya kelainan untuk ngga bisa tidur dengan baik, atau malah nyaris tidak tidur sama sekali dalam hidupnya, untuk ini, Gaara adalah contoh yang bagus, *dijitak*.. adaw.. sori, gue lagi males nyari~

So? Ada yang nyangkut-nyangkut? Udah mengukuhkan diri lo sebagai insomania? *kidding*, tunggu (lagi) sampe liat pembahasan berikut tentang misjudgement about insomnia and the other sleeping problem. Oke, setelah penjabaran setengah hati yang gue lakukan ini, gue mau memberikan kejelasan bagi anda-anda yang mempunyai masalah tidur, apakah ini insomnia, atau sekedar 'take a pee in the middle of the night?' lets see..

Salah Kaprah Tentang Insomnia
Seperti yang gue bilang di awal post, banyak yang mengaku dirinya mengidap Insomnia, padahal ga sampe beberapa menit dia mengakui itu dia langsung tewas, kalo ditanya apakah itu Insomnia, pastinya bukan dong? Lalu apa? Ada beberapa hal yang dimisjudge sebagai Insomnia, beberapa diantaranya..

Sleep Apnea, atau bahasa manusianya, gangguan pernafasan waktu tidur, gejalanya tuh disebabkan karena salah satu alat pernafasan orang tidur ini kehilangan gerak ototnya, lalu ngganggu sistem pernafasan dan akhirnya ngganggu yang tidur juga. Mereka-mereka yang mengalami ini biasanya adalah orang yang mempunyai gangguan asma dan lemah jantung, dan kebetulan gue pengidap dua-duanya (untuk asma, gue dah kaga lagi, yey), gue pernah ngalamin ini dulu, dan rasanya? UEH.. dada lo kaya dihantam palu godam bok. Bangun tiba-tiba gue langsung spontan duduk dan napas gue bunyinya kaya seruling sunda, "ngik-ngik-ngik", dan dengan kecepetan napas yang maigat.. mengerikan deh. Ini bukan Insomnia. Jelas.

Gangguan urin, seperti yang udah terjabar dengan jelas, kalo anda terbangun karena kebelet pipis dan ga bisa tidur lagi, itu juga bukan Insomnia.. hahak..

Emang sengaja kaga tidur, naaah.. atau bahasa-sangat-gaulnya itu.. begadang, definisi begadang itu sediri pan, melawan kantuk untuk sengaja tidak tidur karena suatu keperluan, maksud, atau tujuan yang beragam, kalo ngga punya tujuan, sebaiknya jangan begadang, seperti yang udah sering disampaikan panutan kita Haji Rhoma Irama..

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya
Begadang boleh saja, kalau ada perlunya

Kalau terlalu banyak begadang
Muka pucat karena darah berkurang
Kalau sering kena angin malam
Segala penyakit akan mudah datang
Darilah itu sayangi badan
Jangan begadang setiap malam

Note : penulis sampe gugling buat nyari lirik ntu..

Jadi? Apakah anda-anda semua udah mendapatkan gambaran? Hope so.. dan gue sendiri, mungkin masuk ke tingkat insomnia ringan, dan selalu susah tidur di awal, penyebabnya? Apalagi? Ka-pe-in laaah..ebusyet... dah jam tiga!! Besok gue Kul Jam 7!!! Noo...

In the middle of ass-ignment

Filed Under (, ) by Pitiful Kuro on Tuesday, October 14, 2008

Posted at : 9:31 AM

God.. if you hear my plea.. please curse all my teacher that give me a tons of assginment.. to a stone.. I beg you..

*setres*

Nyeamm.. cukup buat hari ini gue nyiksa diri kayanya, tugas artikel yang dikerjain ngga sampe sepuluh detik sama rekan-rekan kelas. berubah menjadi berjam-jam ditangan gue. Kenapa? Karena gue kaga mau cuma kopipas doank!! Kalo cuma kopipas mah monyet juga bisa, tinggal diajarin klik-klik doang jadi dah tuh monyet dapet nilai A-B buat artikelnya.. ngek. Dude, kalo anda-anda merasa terhina, sori aje ye, kaga maksud. *ehem—uhuk*, gue ngambil tema “Generasi Asosial Masyarakat Jepang”, jadi bisa dibilang artikel gue itu adalah lanjutan dari post ‘Alone but not Lonely’ yang pernah gue bikin beberapa bulan lalu, yaaaah.. deadlinenya besok, dikumpul rabu, ugh.. Konsepnya sih udah ada dikepala gue dan tinggal tulisnya aja gimana gituh. Sejauh ini sih baru kelar dua halaman word yang gue estimasi ujungnya jadi enam halaman, masih ada besok lah kalo untuk tugas :P. kalo dah kelar mau gue taro sini juga rencananya.

Well well, kalo pada nyadar, di beberapa post sebelumnya, gue nyoba buat make bahasa yang rada kaku di entri gue, dan sumpah capek benjet nulisnyah. Gue salut sama beberapa orang yang ada di Blogroll gue itu yang bisa dibilang konstan menulis dengan gaya bahasa yang lumayan kaku, izinkan gue angkat topi buat Midun dan Sigi deh. Yah, kemaren sekedar percobaan aja, dan emang gue masih nyari gaya tulis yang pas buat di pake. Seperti yang bisa dibaca, gaya tulisan gue masih cawur, pokoknya masih gaya tulis blog-blog standar lah, wonder kapan gue bisa punya karakter nulis yang kuat kayak Dee, ga usah jauh-jauh deh, kayak dua orang yang gue disebut diatas ajah.

Ah.. what I gonna write? Seperti biasa, sampe gue nulis awal paragraf ini, gue masih blank dengan apa yang gue mau tulis. Bahan sih ada, tapi bagi gue sangat ga mudah untuk merumuskan ‘sesuatu’ yang ada di dalam otak kedalam bentuk kata-kata yang valid dan punya arti jelas. Asal nulis bisa berarti ujungnya entri post cuma berisi racauan doang, hahha.. oke, inget nih, inget..

“Nice, apa gue udah terlalu lama berada di dalam jurang yang kelewat gelap sampe-sampe pas keluat dari sana, mata gue buta?”

Sebuah quote, dari siapa? Dari gw! *ditabok*, ehem.. begini, at the previous post, I’ve said it many-many-many times, I’m a lonely people, I don’t have any friends at my college, school, house, and even NetWorld. I always think that I’m unacceptable with many ways, and don’t you dare to ask what ways is that, cause I don’t know it :P iyah, gue ngga tau, gue cuma merasa ngga diterima dimana-mana aja.

Dan beberapa waktu yang lalu, pastinya kapan gue lupa. Gue melakukan kegiatan rutin gue disaat nganggur, blogroll dan chat via hape, dan waktu itu gue lagi chat sama Rere yang entah gimana kok tau-tau udah ngomongin (gampangnya) interaksi dua arah, maksudnya dengan bahasa gampang, kalo lo melakukan sesuatu orang lain, pasti orang lain itu bakalan melakukan sesuatu yang sama kepada diri kita, atau minimal di apresiasi atau ditanggapin lah. Sementara sebelumnya dia nanya, “emang lo maunya punya keberadaan apa di orang-orang?”, yaaa.. gue langsung tulis deh tuh yang muluk-muluk, ngawang, dan pastinya sangat daydreaming sekalii. Dan dijawab lagi sama dia, “pasti ada, kok keberadaan lo itu”—dengan nada yang rada kesel :x.. tengkyu re.

Faktanya, biarpun gue berkoar-koar merasa ngga punya temen kemana-mana, nyatanya gue ada tuh beberapa.. mungkin gue udah buta sampe ga nyadar itu :P..