Skinpress Demo Rss

Long Trip

Filed Under ( ) by Pitiful Kuro on Wednesday, June 23, 2010

Posted at : 2:57 PM

Badan gue masih kerasa pegelnya, asumsi gue sih, akumulasi dari 2 minggu perjalanan keliling jawa kemarin. Padahal waktu dijalin sama sekali ga ada masalah, kemana-mana ayo aja dan ngga pernah ngerasa capek, sekarang? Udah kaya kakek-kakek.

Yah, menyenangkan kok, banget malah. Perjalanan gue kemarin dari Jakarta, Bandung, Malang, Yogya, Solo sampai akhirnya balik lagi ke Jakarta. Banyak orang-orang yang udah lama pengen gue temuin baru kesampaian kemarin itu. Dan ekspektasi gue ketika bertemu dengan mereka pun terlewati, lebih daripada yang gue harapkan ternyata, hehe.

Salah satu cita-cita gue terkabul, naik KA Ekonomi jarak jauh Bandung-Malang, harusnya sih dari Jakarta, tapi ada perubahan rencana. Rasanya? Yah, pegel, tapi rame, lo bisa ngobrol sama banyak orang disana, kaya biasa, itu adalah salah satu kesenangan di perjalanan buat gue. Hampir ¾ waktu perjalanan bahkan gue gunakan untuk mengobrol dengan orang yang entah disebelah gue, atau bahkan yang cuma lewat. Biarpun harus berkorban kaki jadi rada bengkak karena kelamaan berdiri, gue mendapatkan pemandangan sosial yang begitu indah.

Bayangin deh, penumpang pada merutuk karena pedagang bolak-balik lewat, padahal kadang mereka pada beli juga, dan para pedagang menggerutu karena gak dikasih jalan lewat sama penumpang yang berdiri, walaupun mereka bakalan jadi konsumen nantinya. Itulah, paradoks perkeretaapian Indonesia.

Paling menyenangkan tentu di Malang, gue ketemu banyak orang-orang yang menyenangkan lagi menarik disini. Gue diberikan tempat berteduh di kos temennya Ussi. Di tempat ini gue bener-bener diberikan gambaran kos-kosan cowo yang sering ditampilkan di cerita-cerita, yang 1 komputer rame-rame lah, yang punya konsol game wajib berbagi lah, traktir-mentraktir makanan, kalau malem kumpul di 1 kamar.. wueh.. Bandung kalah telak kalo soal ini.

Buat gue, kesan perjalanan gue di Malang bukan dari tempat-tempat wisata yang gue datangi, tapi justru dari orang-orang yang gue temui disana. Pesona yang diberikan candi ronggo ga sebanding dengan kebersamaan yang gue dapetin disana. Dinginnya Batu kalah dengan sesi obrolan singkat gue sama rekan yang bener-bener bikin gue semangat itu. Ngopi di warteg (euh, oke, kayungyun), ngobrol sama supir angkot dan banyak lagi. Gue bahkan berpikir, agak rugi juga gue gak berusaha lebih keras untuk masuk Brawijaya dulu pas SMA.

Malang itu kecil, seuprit dibandingkan Jakarta, cuma setengahnya Bandung tapi pesonanya luar biasa. Kota suram kalo kata gue. Kota dimana gue ga akan mau keluar di sore hari, kenapa? Karena pasti aura suram sepi bakal turun menggelayut memenuhi udara dan mengisi paru-paru lo dengan angin sendu. Cocok buat gue kali ya?

Gue ga begitu suka Jogja, yang pasti bukan kota wisata yang bisa dinikmati jika lo pergi sendirian, kota ini udah terinfeksi sama virus wisata, dimana segala-gala dijadikan komoditas, sulit bagi gue untuk menemukan sebuah obrolan murni sosialisasi disini. Entah gue yang nggak menemukan atau memang begitu adanya, nggak betah.

Dan Solo? Hey.. ini kampung gue, mau mengharap apa? Ketemu Mbah, Oom, anaknya, tante-tante dan segala hal yang ada disana, gue gak bisa ngeluh. Hek.

Lalu, apa gue akan menuliskan jurnal perjalanan gue? Haha, gue rasa nggak ya, kepanjangan dan kepala gue serasa penuh, lagipula, bukan hal yang bisa dinikmati saat menulisnya.

Repost Gan

Filed Under () by Pitiful Kuro on Thursday, June 17, 2010

Posted at : 9:59 PM

you prodded me.you poked
me.you stroked me.you teased
me. you flirted me. you sucked
me in. YOU ARE ALWAYS
PASTRONISING ME! I'm so gonna
shuriken-ing you and do the
aveda kedavra for billion times
then cracking ur neck and let
Sumanto do the rest with your
body and cultivating ur brain for
my daily herbal tea. Ohyeah
darlo, ur brain's nutrition will
dongkrak-ing my 10 years old-
brother's vitality! -- Yusrina Pradipta


Dan ini epik.

Craving For Them

Filed Under () by Pitiful Kuro on Sunday, June 06, 2010

Posted at : 8:47 AM

Seumur-umur ada banyak karakter atau tokoh, baik fiksi maupun nyata yang bener-bener bisa bikin gue bergeter seneng. Berikut ini beberapa diantaranya.

Jean Reno

Aktor, buat orang Endonesa mungkin jarang keliatan, karena jarang juga sih dia dapet peran utama. Tapi kalo lagi hoki, biasanya filmnya yang berjudul Wasabi suka diputer di SCTV jam 2 pagi.

Alasan: Lo gak bisa liat pesona paruh bayanya? Jenggotnya? Kantung matanya? So seksi gituh..

Revolver Ocelot


Salah satu karakter game favorit gue dari Metal Gear series. Nama aliasnya Shalasaska, ADAM, ADAMSKA atau Ocelot simpelnya. Karakternya diadaptasi dari Lee Van Cleef, aktor western tahun 50an. Ahli senjata, khususnya Revolver SAA (Single Action Army) kaliber 45. Juga ahli penyiksaan dan interogasi.

Alasan: Kemampuan revolvernya nomer satu, dikenal juga sebagai Ricochet genius, kemampuan untuk mengenai sasaran dengan mantulin peluru lebih dulu. Masa mudanya adorable, rasa persaingannya tinggi, waktu tua figurnya bener-bener bikin segen. Salut buat Hideo Kojima yang bisa membuat karakter macem ini deh.

Ito Ittosai


Dikenal juga sebagai Ito Yagoro. Ronin (samurai tanpa tuan) misterius yang hidup di era 1600an, ngga ada kejelasan kapan dia lahir dan meninggal. Dari Manga Vagabond sendiri, Inoue Takehiko si pengarang menggambarkan Ittosai sebagai samurai tanpa tanding yang sempat berguru pada Kanemaki Jisai. Perangainya kasar khas kampung, tapi justru disitu gue bisa jatuh hati sama tokoh yang satu ini.

Alasan: Kuat, sangar, garang.

Masih banyak.. tapi segichu dulu deh

Kaya biasa.. Gw ketinggalan 5 lap dari mereka

Filed Under () by Pitiful Kuro on

Posted at : 4:04 AM

rasanya? Sakit.. Kawan.

Absurdisme: Song Translation

Filed Under ( ) by Pitiful Kuro on

Posted at : 3:15 AM

Karena gue nggak ada kerjaan, maka gue mencoba melakukan hal baru nih.. idenya sendiri gue tiru dari blog thinkpokari.blogspot.com, mereka punya sesi postingan dimana mereka mentranslate sebuah lagu dengan asal, tapi jadinya lucu mampus. Dan entah kenapa mereka sekarang hiatus, lama banget gak ada postingan lagi, jadi mungkin ga ada salahnya gue nyoba-nyoba apa yang mereka lakuin.. enjoy it.

Muke Poker by Lady Gaga


Mum mum mum mah
Mum mum mum mah

Gw mau pegang mereka kayak yang mereka lakuin di permainan texas
Lipet mereka biarkan mereka mukul gue besarin bayi itu bareng sama gue (gue suka itu)
Permainan cinta dan intuisi mainkan kartu dimulai dengan sekop
Dan setelah dia udah nyandu gue akan mainkan yang ada di jantungnya (heart tuh jantung kan? Hihi)

Oh, oh, oh, oh, ohhhh, ohh-oh-e-ohh-oh-oh (?)
Gue mendapatkan dia panas, nunjukkin dia apa yang gue punya
Oh, oh, oh, oh, ohhhh, ohh-oh-e-ohh-oh-oh,
Gue mendapatkan dia panas, nunjukkin dia apa yang gue punya

Gak bisa baca,
Gak bisa baca (baca paan?)
Nggak, dia gak bisa baca muke poker gue
(Dia gak cinta sapa-sapa)
Gak bisa baca
Gak bisa ba Nggak, dia gak bisa baca muke poker gue

Mu-mu-mu-muke poker, mu-mu-muke poker

(Mum mum mum mah) (gak bisa napas?)
Mu-mu-mu-muke poker, mu-mu-muke poker

(Mum mum mum mah)

Gue mau berguling sama dia, pasangan keras kita akan menjadi
Sedikit judi itu nyenengin kalo lu bareng sama gue (gue suka itu)
Rolet rusia ga akan sama tanpa pestol
Dan beibi, ketika cinta itu nggak kasar nggak asik, asik (masochist?)

Balik ke reff.

Gue gak akan bilang ke elu kalo gue cinta elu (ciee)
Cium atau peluk elu
Karena gue menggertak dengan kue serabi gue (SUMPAH! Google translate yang bilang)
Gue gak boong gue Cuma takjub dengan lem cinta perburuan bersenjata (zzz)
Kayak cewek di kasino
Ambil bank lo sebelom gue bayar elu
Gue janji ini, janji ini (janji naon?)
Cek tangan ini karena gue menakjubkan

Mu-mu-mu-muke poker.



*Ditranslate dengan sedikit bantuan oleh gugel translate.. phew..